Kamis, 29 Mei 2014

PT ABM Investama Tbk

Tugas Kelompok Teori Organisasi Umum 2KA12
Nama - NPM
- Annisa Rachmapuspita 10112975
- Andre Saputra 10112816
- Andimas Prasatya 10112796
- Bimo Eka Laksono 11112472
- Bilal Al Ambia 11112459
- Dirga Harya Putra 12112216
- Enggar Alfrianto 12112504
- Heru Yudo Pratomo 13111457

Sebelum Oktober 2009, Tiara Marga Trakindo (TMT) Group memiliki 12 anak perusahaan. Untuk mengembangkan dan mengoptimalkan anak perusahaan yang terkait dengan sektor energi, TMT mendirikan PT ABM Investama Tbk (ABM) untuk menciptakan sinergi dan mencapai tingkat baru efisiensi.
ABM mengejar visi luhur menjadi perusahaan dengan investasi strategis di bidang sumber daya energi, jasa energi, dan infrastruktur energi. Dengan demikian, dalam pengembangan bisnis kami, kami berusaha untuk mengintegrasikan dan menciptakan sinergi antar unit bisnis kami untuk memenuhi kebutuhan rantai pasokan kegiatan bisnis energi dan pertambangan.

Untuk mengamankan masa depan yang stabil dan solid, kami bertujuan untuk memperluas portofolio bisnis kami melalui kegiatan anak perusahaan di sejumlah perkembangan bisnis di berbagai sektor terkait dengan sumber daya energi, jasa energi, dan infrastruktur energi. Kami juga terus memperluas platform produksi kami, serta meningkatkan profitabilitas unit bisnis kami operasi, sementara mengembangkan organisasi yang komprehensif yang akan mampu sinergi dan integrasi yang kuat di semua unit bisnis.
Sejarah
1970
AHK Hamami mendirikan PT Trakindo Utama (Trakindo), yang menjadi dealer resmi tunggal di Indonesia untuk peralatan Caterpillar berat dan produk mesin.

1977
Trakindo mendirikan anak perusahaan, PT Sanggar Sarana Baja, pada tanggal 19 Maret, untuk menyediakan layanan desain dan fabrikasi untuk pasar alat berat.

1992
PT Sumberdaya Sewatama (SS), anak perusahaan Trakindo didirikan pada tanggal 27 Maret untuk menyediakan daya melalui penyewaan pembangkit listrik untuk semua jenis proyek.

1997
 PT Cipta Kridatama (CK) didirikan pada tanggal 8 April untuk memenuhi permintaan pasar untuk sewa alat berat, kemudian menjadi kontraktor untuk industri pertambangan. PT Cipta Krida Bahari, sebuah perusahaan freight forwarding, didirikan pada 9 Mei.

2000
Trakindo Utama became an integrated holding company, marked with the change of PT Trakindo Utama to become PT Tiara Marga Trakindo (TMT) on 16 August 2000. PT Cipta Krida Bahari memperkenalkan merek baru dan logo perusahaan sebagai CKB Logistics.

2006
PT Alfa Trans Raya didirikan sebagai anak perusahaan CKB Logistics pada tanggal 28 November sebagai perusahaan pelayaran terutama melayani yang berhubungan dengan energi sektor, dan membeli kapal pertamanya bernama Alfa Trans Satu pada bulan Desember.

2007
Pada bulan Desember, PT Sumberdaya Sewatama dan PT Sanggar Sarana Baja mengakuisisi PT Tunas Inti Abadi, konsesi batubara sesuai berlokasi di Kalimantan Selatan.

2009
PT Tiara Marga Trakindo mengakuisisi PT Adiratna Bani Makmur pada bulan Agustus, dan berubah nama menjadi PT ABM Investama. Perusahaan kemudian membeli saham mayoritas di PT Sanggar Sarana Baja, PT Sumberdaya Sewatama, PT CKB Logistik dan PT Tunas Inti Abadi. Perusahaan juga membeli saham minoritas di PT Cipta Kridatama.

2010
PT ABM Investama menjadi pemegang saham mayoritas PT Cipta Kridatama pada tanggal 10. PT Reswara Minergi Hartama didirikan pada tanggal 16 November mengambil posisi perusahaan induk untuk semua bisnis batubara terkait. Pada bulan Desember, untuk mendukung PT TIA dan kegiatan perdagangan batubara lainnya, Reswara mendirikan perusahaan pelabuhan bernama PT Pelabuhan Buana Reja (PBR) untuk melayani industri batu bara. Pada bulan November 2010, PT Sumberdaya Sewatama membeli saham minoritas di PT Metaepsi Pejebe Pembangkitan Listrik (PERSERO), sebuah pembangkit listrik perusahaan yang beroperasi di Sumatera Selatan.

2011
Pada bulan Maret, PT ABM Investama meningkatkan investasi saham melalui konversi Obligasi Wajib Konversi sama dengan nilai kepemilikan 64,7111% saham PT ABM Investama oleh Valle Verde Ltd, sebuah perusahaan Singapura berbasis dimiliki oleh Keluarga Hamami. Pada tanggal 23 Mei, PT Sumberdaya Sewatama (SS) membentuk 2 anak perusahaan baru dengan nama PT Nagata Bisma Shakti (Nagata), yang berfokus pada energi terbarukan, dan PT Pradipa Aryasatya (Pradita) dengan fokus pada energi panas, sejalan dengan rencana ekspansinya ke independen / Captive Pembangkit Tenaga Listrik (I / PKC). Pada tanggal 26 Mei PT Cipta Krida Bahari (CKB Logistik) juga memperluas portofolio melalui pendirian PT Baruna Dirga Dharma (BDD), sebuah transportasi batu bara tug & perusahaan tongkang layanan
.
Pada tanggal 26 Juni PT Sanggar Saran sebuah Baja (SSB) mendirikan PT Prima Wiguna Parama (PWP) untuk mengelola penanganan bahan peralatan yang terkait dengan industri energi. Pada tanggal 28 Juni Reswara mengakuisisi PT Media Djaya Bersama (MDB) yang mengoperasikan konsesi batubara 2 di Aceh yaitu PT MIFA Bersaudara dan PT Bara Energi Lestari (BEL). Pada tanggal 21 September PT Sanggar Sarana Baja (SSB) memperkenalkan logo perusahaan baru. Pada tanggal 6 Desember ABM Investama berhasil diselenggarakan daftar umum perdana di Bursa Efek Indonesia dan secara resmi menjadi Perusahaan Publik. 
Visi
"Untuk menjadi perusahaan investasi terkemuka dengan melakukan berbagai investasi strategis di bidang sumber daya energi, jasa energi dan infrastruktur energi."
Misi
  1. Untuk terus menciptakan lapangan kerja berarti dan menantang bagi banyak orang Indonesia sebagai mungkin.
  2. Untuk memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan dan menguntungkan yang memaksimalkan nilai pemegang saham.
  3. Untuk memberikan nilai tambah solusi yang akan mengoptimalkan kepuasan pelanggan
  4. Untuk secara aktif terlibat dengan masyarakat sebagai warga perusahaan yang baik

Core Values

·         Integritas

Kita senantiasa menerapkan standar etika dan moral tertinggi dengan selalu mengedepankan azas kejujuran dan keadilan dalam setiap kegiatan.

·         Pengembangan Berkelanjutan

Kita bertekad untuk senantiasa mengembangkan perusahaan kita berikut sumber daya manusianya.

·         Keunggulan

Kita terus berupaya mencapai standar kinerja tertinggi.

·         Proaktif

Kita terus mencari dan mengadopsi teknik dan pendekatan baru untuk meningkatkan mutu bisnis kita.

·         Tanggung Jawab

Kita bertanggung jawab kepada seluruh pemangku kepentingan atas segala keputusan dan tindakan yang kita ambil.

·         Kerjasama Kelompok

Kita mendorong dan mendukung ke-aneka-ragaman tenaga kerja berdasarkan azas saling percaya dan menghormati serta bersama-sama mencapai semua sasaran yang telah ditetapkan dengan berkomunikasi secara baik.

 

ABM INVESTAMA ADALAH SEBUAH PERUSAHAAN ENERGI TERPADU

Berkomitmen untuk tumbuh dalam kegiatan terfokus produksi batubara, pertambangan kontrak, solusi tenaga, jasa teknik, dan logistik yang terintegrasi


 

 


Management Team




Senin, 14 April 2014

Apa Itu Kepemimpinan ?

Banyak definisi kepemimpinan yang menggambarkan asumsi bahwa kepemimpinan dihubungkan dengan proses mempengaruhi orang baik individu maupun masyarakat. Dalam kasus ini, dengan sengaja mempengaruhi dari orang ke orang lain dalam susunan aktivitasnya dan hubungan dalam kelompok atau organisasi. John C. Maxwell mengatakan bahwa inti

kepemimpinan adalah mempengaruhi atau mendapatkan pengikut.


Beberapa pendapat tentang kepemimpinan :

1. Ordway Tead (1935)

Kepemimpinan adalah aktifitas mempengaruhi orang- orang agar mau bekerja sama untuk mencapai beberapa tujuan yang mereka inginkan.

2. Refter (1941)

Kepemimpinan adalah sesuatu kemampuan untuk mengajak atau mengarahkan orang orang tanpa memakai pembawa atau kekuatan formal jabatan atau keadan luar .

3. G. L. Freeman atau E. K. Taylor (1950)

Kepemimpinan adalah kemampuan untuk menciptakan kegiatan kelompok  mencapai tujuan organisasi sehingga efektifitas maksimum dan kerjasama dari tiap-tiap individu.

4. Ralp M. Stogdill

Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi kegiatan- kegiatan sekelompok orang yang terorganisir dalam usaha mereka menepatkan tujuan dan mencapainya

5. Franklyn S. Haiman (1951)

Kepemimpinan adalah suatu usaha untuk mengarahkan prilaku orang lain guna mencapai tujuan khusus.

6. Dubin (1951)

Kepemimpinan adalah menggunakan wewenang dan membuat keputusan- keputusan

7. Fred E. Tiedler (1967)

Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi aktivitas kelompok untuk menentukan tujuan dan mencapainya.

8. Harold Koontz dan Cyrill O. Ddonnell (1976)

Kepemimpinan adalah seni membujuk bawahan untuk menyelesaikan pekerjaan- pekerjaan mereka dengan semangat keyakinan.

9. Keith Devis (1977)

Kepemimpinan adalah kemampuan untuk mengajak orang lain untuk mencapai tujuan tertentu dengan penuh semangat.

10. Paul Hersey dan Kenneth H. Blanchard (1982)

Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi kegiatan individu atau kelompok dalam situasi tertentu .

Atas dasar itu dapatlah disimpulkan bahwa :

Kepemimpinan adalah : Rangkaian kegiatan penatan berupa kemampuan mempengaruhi perilaku orang lain dalam situasi tertentu agar bersedia bekerja sama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan .

Minggu, 16 Maret 2014

2017, Smartphone Lebih "Cerdas" daripada Manusia?

KOMPAS.com — Menurut perusahaan riset Gartner, smartphone akan melebihi kepandaian pemiliknya empat atau lima tahun dari sekarang. Diperkirakan, hal ini terwujud pada 2017.

Hal itu disampaikan Carolina Milanesi, Research Vice President Gartner, seperti yang dilansir oleh cellular-news.com.

Milanesi berpendapat, hal itu akan tercapai dengan perkembangan personal cloud. Ini merujuk pada makin banyak dan lengkapnya data seseorang yang tersedia di awan (internet).

Contoh "cerdas"-nya smartphone, ketika ia mendeteksi terjadinya kemacetan luar biasa, perangkat seluler itu akan membangunkan pemiliknya lebih pagi agar bisa menghadiri rapat penting. Tetapi, kalau rapatnya tidak terlalu penting, ia akan mengirimkan permintaan maaf ke rekan kerja pemiliknya. 

Semua itu dapat terjadi dengan penggabungan konteks informasi dari kalender, sensor, lokasi, dan data pribadi pemilik perangkat tersebut.

Semua bergantung pada sang Pemilik

Menurut Milanesi, smartphone akan menjadi mata-mata digital bagi pemiliknya. Tetapi, itu hanya mungkin terjadi jika kebutuhan informasi yang dibutuhkan sistem cloud tersebut terpenuhi.

Kepintaran smartphone ini akan bergantung pada sejauh apa isu regulasi dan privasi pemilik, yang tentunya akan berbeda satu dengan yang lainnya berdasarkan tingkatan umur dan geografi si pemilik.

Semakin nyaman seseorang membagi informasi pribadi miliknya, maka akan semakin "pintar" perangkatnya. "Dalam lima tahun ke depan, data yang tersedia tentang diri kita, seperti kesukaan dan ketidaksukaan, lingkungan, hubungan dengan manusia lain, akan digunakan oleh perangkat kita untuk meningkatkan relevansi dan mutu kehidupan," ujar Milanesi.

sumber http://tekno.kompas.com/read/2013/12/03/1524018/2017.Smartphone.Lebih.Cerdas.daripada.Manusia.

Peran Komunikasi Dalam Organisasi

Komunikasi ialah penyampaian pesan dari komunikator (sender) kepada komunikan (receiver) melalui media tertentu dan menyebabkan efek.Organisasi adalah sekelompok orang yang bekerjasama untuk mencapai tujuan tertentu.jadi Komunikasi dalam organisasi merupakan suatu komunikasi atau proses untuk anggota menghimpun informasi yang berhubungan dengan organisasinya dan merubah apa yang terjadi di dalamnya.

         Komunikasi dalam suatu organisasi sangat penting agar tidak terjadinya salah penyampaian informasi antar anggota dalam suatu organisasi dan agar tercapainya tujuan tertentu. Sebuah interaksi yang bertujuan untuk menyatukan dan mensikronkan seluruh aspek untuk kepentingan bersama sangat dibutuhkan dalam sebuah tujuan berorganisasi. Dengan kata lain, tanpa adanya sebuah interaksi yang baik niscaya sebuah organisasi tidak akan mencapai tujuannya. Interaksi disini adalah mutlak meliputi seluruh anggota organisasi yang dapat berupa penyampaian-penyampaian informasi, instruksi tugas kerjaatau mungkin pembagian tugas kerja. Interaksi sebenarnya adalah proses hubungan komunikasi antara 2 orang atau lebih dimana orang yang satu bertindak sebagai pemberi informasi dan orang yang lain berperan sebagai penerima informasi. Intinya, korelasinya harus melibatkan dan terfokus kepada orang-orang itu sendiri dalam suatu organisasi. dengan kata lain dapat disimpulkan komunikasi dapat dibilang juga sebagai proses penyampaian informasi yang berguna untuk mengkoordinasi lingkungan dan orang lain demi mencapai suatu tujuan. Pada artikel kami kali ini konteks komunikasi yang akan dibahas adalah meliputi konteks komunikasi dalam sebuah organisasi.
          Setiap bentuk organisasi pasti mengedepankan sebuah komunikasi agar tercipta hasil yang selaras. Biasanya proses komunikasi dalam suatu organisasi meliputi atasan dan bawahan dengan metode penyampaian yang terarah dari suatu atasan ke bawahannya yang semata-mata semua berorientasi berdasarkan organisasi. Bisa kita bayangkan berorganisasi tanpa adanya komunikasi pasti hasilnya nihil. tanpa mengetahui apa tujuan yang jelas .
         Tujuan komunikasi dalam sebuah organisasi sangat memberikan banyak manfaat secara langsung yaitu memudahkan para anggota bekerja dari instruksi-instruksi yang diberikan dari atasan dan untuk mengurangi kesalahpahaman yang biasa terjadi dan memang sudah melekat pada suatu organisasi. Apabila semua bawahan dan atasan dapat berinteraksi dengan baik, maka seluruh kesalahpahaman yang beresiko mungkin akan berkurang presentase nya , karena tiap manusia mempunyai cara penyampaian komunikasi yang berbeda-beda secara verbal dan mau tidak mau kita harus membuat si penerima informasi itu mengerti informasi apa yang kita sampaikan. Dengan demikian semua pelaku organisasi harus berbicara , bertindak satu sama lain guna untuk membangun satu lingkungan kondusif dan mengetahui situasi-situasi apa yang akan terjadi di luar suatu dugaan karena kesalahan komunikasi sekecil apa pun pasti akan berakibat fatal.
       
          Peranan tokoh pelaku organisasi sangat berperan penting dalam kemajuan organisasi. Atasan organisasi juga sangat berpengaruh , atasan dituntut untuk melakukan sesuatu tindakan yang real dan berdisiplin guna untuk mengurangi tingkat kesalahpahaman yang terjadi pada anggota. Contoh kecil saja apabila melakukan rapat atasan mengirimkan informasi pada suatu bawahannya dan si bawahan menginformasikan kepada seluruh anggota untuk datang ke suatu pertemuan rapat dengan waktu dan tempat yang sudah ditentukan. Tetapi apabila si atasan terlambat datang tanpa memberi kabar yang jelas maka dari sini mulailah kesalahpahaman dan ambiguilitas yang terjadi. Karena setiap pelaku organisasi dituntut untuk bersikap profesional dan mengedepankan disiplin serta tanggung jawab yang besar dan iitu akan terus berlanjut apabila kita sudah melanjutkannya di dunia kerja. Atasan dituntut atas apa yang diperkerjakan oleh bawahannya dan dapat mengawasi dan memotivasi secara efektif , maka sang atasan harus mempunyai profesionalisme yang baik.

          Dimulai dari hal-hal kecil yang berpotensi membuat kesalahan komunikasi , suatu tujuan organisasi akan terhambat. Maka peran teknologi juga sangat diperhitungkan dalam suatu organisasi. Bisa berupa pesan singkat atau blackberry messenger dan panggilan langsung melalui telepon. Upayakan berikan jalaur komunikasi terbaik bagi partner kerja kita demi mecegah ambiguilitas misalnya melalui panggilan telepon atau pesan singkat jika hanya memberikan informasi yang simple. Hal ini dikarenakan karena dalam jalur komunikasi yang kita buat pasti selalu ada hambatan yang tidak akan kita tahu. Baik dari permasalahan teknologi itu sendiri misalnya signal trouble yang biasanya terjadi karena daerah tertentu masih belum memasuki jangkauan coverage yang luas. Karena apabila kita mebahas tentang hambatan , pasti akan banyak sekali yang termauk dalam hambatan dalam proses komunikasi. Menurut kami, hambatan yang memicu terjadinya kesalahan komunikasi berawal dari pembawaan individual masing-masing atau mereka para pelaku organisasi itu sendiri. Yang paling nyata adalah sifat dan kebutuhan suatu individu itu sendiri , biasanya berupa emosi, rasa tertutup, atau rasa ingin dihormati . Misalnya suatu individu pasti punya rasa untuk ingin di hargai sehingga konflik yang akan timbul disini adanya kurangnya rasa saling kepercayaan yang antara anggota yang satu dengan anggota yang lainnyayang berakibat miss communication atau miss understanding. Untuk itu sikap jujur dan transparan dalam berorganisasi patut dijunjung tinggi dalam kehifupan berorganisasi, karena kerja tim sangat berpenguruh. Pengaruh kestabilan emosi juga penting karena apabila kita dalam keadaan emosi maka informasi yang kita terima tidak akan kita tanggapi dengan baik seluruhnya yang mengakibat akhir dari tujuan suatu oragnisasi kurang terasa maksimal (retno ayu pratiwi,2011)
Komunikasi di dalam perusahaan atau organisasi terdiri dari:
§  Komunikasi Vertikal
Yaitu komunikasi dari atas ke bawah, dan dari bawah ke atas. Yaitu komunikasi dari pimpinan ke bawahan dan dari bawahan ke pimpinan. Atasan memberi instruksi-instruksi kepada karyawan baik secara formal dan non formal, dalam hal ini bawahan memberikan laporan-laporan , saran-saran dan pengaduan-pengaduan kepada pimpinan.
§  Komunikasi Horizontal
Komunikasi ini sifatnya mendatar, yang terjadi antar anggota, staf, karyawan dengan karyawan, mahasiswa dengan mahasiswa. Komunikasi ini sifatnya lebih non formal, meski ada yang formal juga.
§  Komunikasi Diagonal
Komunikasi ini menunjukkan hubungan-hubungan dengan orang-orang yang mempunyai status lebih tinggi atau lebih rendah.

Cara Meningkatkan Keterampilan Komunikasi
Keterampilan komunikasi yang diperlukan dalam komunikasi bisnis:
o   Membaca
o   Mendengarkan
o   Percakapan
o   Wawancara
o   Diskusi Kelompok
o   Pidato dan Presentasi
o   Menulis (indah amalia,2010)


Fungsi Komunikasi Dalam Organisasi
          Sendjaja (1994) menyatakan fungsi komunikasi dalam organisasi adalah sebagai berikut:

1.      Fungsi informatif. Organisasi dapat dipandang sebagai suatu sistem pemrosesan informasi. Maksudnya, seluruh anggota dalam suatu organisasi berharap dapat memperoleh informasi yang lebih banyak, lebih baik dan tepat waktu. Informasi yang didapat memungkinkan setiap anggota organisasi dapat melaksanakan pekerjaannya secara lebih pasti. Orang-orang dalam tataran manajemen membutuhkan informasi untuk membuat suatu kebijakan organisasi ataupun guna mengatasi konflik yang terjadi di dalam organisasi. Sedangkan karyawan (bawahan) membutuhkan informasi untuk melaksanakan pekerjaan, di samping itu juga informasi tentang jaminan keamanan, jaminan sosial dan kesehatan, izin cuti, dan sebagainya.
                                                                                                                                                                                                                                      


2.      Fungsi regulatif. Fungsi ini berkaitan dengan peraturan-peraturan yang berlaku dalam suatu organisasi. Terdapat dua hal yang berpengaruh terhadap fungsi regulatif, yaitu: a. Berkaitan dengan orang-orang yang berada dalam tataran manajemen, yaitu mereka yang memiliki Sendjaja (1994) menyatakan fungsi komunikasi dalam organisasi adalah sebagai kewenangan untuk mengendalikan semua informasi yang disampaikan. Juga memberi perintah atau intruksi supaya perintah-perintahnya dilaksanakan sebagaimana semestinya.b. Berkaitan dengan pesan. Pesan-pesan regulatif pada dasarnya berorientasi pada kerja. Artinya, bawahan membutuhkan kepastian peraturan tentang pekerjaan yang boleh dan tidak boleh untuk dilaksanakan.

3.      Fungsi persuasif. Dalam mengatur suatu organisasi, kekuasaan dan kewenangan tidak akan selalu membawa hasil sesuai dengan yang diharapkan. Adanya kenyataan ini, maka banyak pimpinan yang lebih suka untuk mempersuasi bawahannya daripada memberi perintah. Sebab pekerjaan yang dilakukan secara sukarela oleh karyawan akan menghasilkan kepedulian yang lebih besar dibanding kalau pimpinan sering memperlihatkan kekuasaan dan kewenangannya.

4.      Fungsi integratif. Setiap organisasi berusaha untuk menyediakan saluran yang memungkinkan karyawan dapat melaksanakan tugas dan pekerjaan dengan baik. Ada dua saluran komunikasi yang dapat mewujudkan hal tersebut, yaitu: a. Saluran komunikasi formal seperti penerbitan khusus dalam organisasi tersebut (buletin, newsletter) dan laporan kemajuan organisasi. b. Saluran komunikasi informal seperti perbincangan antar pribadi selama masa istirahat kerja, pertandingan olahraga, ataupun kegiatan darmawisata. Pelaksanaan aktivitas ini akan menumbuhkan keinginan untuk berpartisipasi yang lebih besar dalam diri karyawan terhadap organisasi.  (sihnu bagus,2011)



Daftar pustaka :

 

Sihnu Bagus, Komunikasi dalam organisasi, http://all-about-theory.blogspot.com/2011/11/fungsi-komunikasi-dalam-organisasi.html, 28 maret 2013, 20:00

Retno Ayu Pratiwi, Peran komunikasi dalam organisasi,http://missrereayu.blogspot.com/2011/09/peranan-komunikasi-dalam-sebuah.html, 28 maret 2013,20:00


Indah Amalia, Peran komunikasi dalam perusahaan, http://indahdear.blogspot.com/2010/11/peran-komunikasi-dalam-perusahaan.html, 28 maret 2013,20:00

Rabu, 04 Desember 2013

Teori Organisasi Umum 2

I. Hukum Permintaan dan Penawaran
Permintaan adalah keinginan konsumen membeli suatu barang pada berbagai tingkat harga selama periode waktu tertentu. Singkatnya permintaan adalah banyaknya jumlah barang yang diminta pada suatu pasar tertentu dengan tingkat harga tertentu pada tingkat pendapatan tertentu dan dalam periode tertentu.
Hukum Permintaan
Hukum permintaan pada hakikatnya merupakan suatu hipotesis yang menyatakan :
“Hubungan antara barang yang diminta dengan harga barang tersebut dimana hubungan berbanding terbalik yaitu ketika harga meningkat atau naik maka jumlah barang yang diminta akan menurun dan sebaliknya apabila harga turun jumlah barang meningkat.”
Faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan:
- Harga barang itu sendiri
- Harga barang lain yang terkait
- Tingkat pendapatan perkapita
- Selera atau kebiasaan
- Jumlah penduduk
- Perkiraan harga di masa mendatang
- Distribusi pendapatan
- Usaha-usaha produsen meningkatkan penjualan.
Penawaran adalah jumlah barang yang produsen ingin tawarkan atau jual pada bebrbagai tingkat harga selama satu periode waktu tertentu.
Selengkapnya klik di sini

Hukum Penawaran
“Semakin tinggi harga suatu barang, semakin banyak jumlah barang tersebut akan ditawarkan oleh para penjual. Sebaliknya, makin rendah harga suatu barang, semakin sedikit jumlah barang tersebut yang ditawarkan.”

Faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran:
- Harga barang itu sendiri
- Harga barang lain yang terkait
- Harga factor produksi
- Biaya produksi
- Teknologi produksi
- Jumlah pedagang/penjual
- Tujuan perusahaan
- Kebijakan pemerintah
Selengkapnya klik di sini

Harga Keseimbangan
Dalam ilmu ekonomi, harga keseimbangan atau harga ekuilibrium adalah harga yang terbentuk pada titik pertemuan kurva permintaan dan kurva penawaran. Terbentuknya harga dan kuantitas keseimbangan di pasar merupakan hasil kesepakatan antara pembeli (konsumen) dan penjual (produsen) di mana kuantitas yang diminta dan yang ditawarkan sama besarnya. Jika keseimbangan ini telah tercapai, biasanya titik keseimbangan ini akan bertahan lama dan menjadi patokan pihak pembeli dan pihak penjual dalam menentukan harga.
Dengan kata lain Harga keseimbangan adalah harga dimana baik konsumen maupun produsen sama-sama tidak ingin menambah atau mengurangi jumlah yang dikonsumsi atau dijual. Permintaan sama dengan penawaran. Jika harga dibawah harga keseimbangan, terjadi kelebihan permintaan. Sebab permintaan akan meningkat, dan penawaran menjadi berkurang. Sebaliknya jika harga melebihi harga keseimbangan, terjadi kelebihan penawaran. Jumlah penawaran meningkat, jumlah permintaan menurun.
Selengkapnya klik di sini

Faktor-faktor yang dapat menggeser kurva permintaan
- Faktor harga
Perubahan sepanjang kurva permintaan berlaku apabila harga barang yang diminta menjadi makin tinggi atau makin menurun.

- Faktor bukan harga
Kurva permintaan kan bergerak keka Perubahan sepanjang kurva permintaan berlaku apabila harga barang yang diminta menjadi makin tinggi atau makin menurun.nan atau kekiri apabila terdapat perubahan-perubahan terhadap permintaan yang ditimbulkan oleh factor-faktor bukan harga, sekiranya harga barang lain, pendapatan para pembeli dan berbagai faktor bukan harga lainnya mengalami perubahan, maka perubahan itu akan menyebabkan kurva permintaan akan pindah ke kanan atau ke kiri.

Faktor-faktor yang dapat menggeser kurva penawaran
- Kalau penawaran bertambah diakibatkan oleh faktor-faktor di luar harga, maka supply bergeser ke kiri atas.
- Kalau berkurang kurva supply bergeser ke kiri atas.
- Terbentuknya harga pasar ditentukan oleh mekanisme pasar


II. Konsep elastisitas
1. Elastisitas Permintaan
Yaitu mengukur perubahan relative dalam jumlah unit barang yang dibeli sebagai akibat perubahan salah satu factor yang mempengaruhinya (ceteris paribus). Tiga faktor penting yang mempengaruhi permintaan yaitu:
a. Elastisitas Harga(Price Elasticity of Demand)
Elastisitas yang dikaitkan dengan harga barang itu sendiri. Elastisitas harga(Ep) mengukur berapa persen permintaan terhadap suatu barang berubah bila harganya berubah sebesar satu persen.
Persentase perubahan jumlah barang yang diminta
Ep = -----------------------------------------------------------------
Persentase perubahan harga
b. Elastisitas Silang(Cross Elasticity)
Elastisitas yang dikaitkan dengan harga barang lain. Elastisitas silang (Ec) mengukur persentase perubahan permintaan suatu barang sebagai akibat perubahan harga barang lain sebesar satu persen.
Persentase perubahan jumlah barang X yang diminta
Ec = -------------------------------------------------------------------
Persentase perubahan harga nbarang Y

c. Elastisitas Pendapatan(Income Elasticity)
Elastisitas yang dikaitkan dengan pendapatan. Elastisitas pendapatan (Ei) mengukur berapa persen permintaan terhadap suatu barang berubah bila pendapatan berubah sebesar satu persen.
Presentase perubahan jumlah barang yang diminta
Ei = -----------------------------------------------------------------
Presentase perubahan pendapatan

Faktor penentu elastisitas permintaan :
• Tingkat kemampuan barang-barang lain untuk mengganti barang yang bersangkutan
• Persentasi pendapatan yang akan dibelanjakan untuk membeli barang tersebut.
• Jangka waktu didalam mana permintaan itu dianalisa.

2. Elastisitas Penawaran
Elastisitas Penawaran adalah mengukur responsif penawaran sebagai akibat perubahan
harga. Angka yang menunjukkan berapa persen jumlah barang yang dibutuhkan berubah, bila harga barang berubah satu persen.
Faktor-faktor yang menentukan elastisitas penawaran antara lain jenis produk, sifat perubahan biaya produksi, dan jangka waktu.
Selengkapnya klik di sini


III. Konsep BIaya
Macam-macam Biaya
- Biaya Alternatif
Biaya yang dinyatakan dalam alternative yang dikorbankan, dan tidak pernah dikeluarkan dalam bentuk uang.
- Biaya Implisit
Biaya implicit merupakan biaya yang tidak dikeluarkan tetapi harus dihitung. Biaya ini dapat dijumpai dalam diri seseorang yang bekerja dalam perusahaannya sendiri. Mereka harus memberikan imbalan pada dirimnya sendiri yang besarnya sama bagi orang lain.
- Biaya Sirna
Biaya sirna adalah kebalikan dari implicit, biaya ini merupakan biaya yang dikeluarkan tetapi tidak boleh dihitung. Biaya ini dianggap hilang atau sirna
- Biaya Langsung dan Tidak Langsung
Biaya ini lebih bersifat kalkulatif operasional. Biaya langsung meliputi pengeluaran-pengeluaran untuk bahan mentah, bahan setengah jadi, dan untuk tenaga kerja. Biaya tidak langsung mencangkup depresiasi berbagai jenis barang modal yang dipakai selama produksi.
Menurut Mulyadi (2005:13), Biaya digolongkan sebagai berikut;
1. Menurut Objek Pengeluaran. Penggolongan ini merupakan penggolongan yang paling sederhana, yaitu berdasarkan penjelasan singkat mengenai suatu objek pengeluaran.
2. Menurut Fungsi Pokok dalam Perusahaan, biaya dapat digolongkan menjadi 3 kelompok, yaitu: 
o Biaya Produksi, yaitu semua biaya yang berhubungan dengan fungsi produksi atau kegiatan pengolahan bahan baku menjadi produk selesai. Biaya produksi dapat digolongkan ke dalam biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, dan biaya overhead pabrik.
o Biaya Pemasaran, adalah biaya-biaya yang terjadi untuk melaksanakan kegiatan pemasaran produk, contohnya biaya iklan, biaya promosi, biaya sampel, dll.
o Biaya Administrasi dan Umum, yaitu biaya-biaya untuk mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan produksi dan pemasaran produk, contohnya gaji bagian akuntansi, gaji personalia, dll.
3. Menurut Hubungan Biaya dengan Sesuatu Yang Dibiayai. Ada 2 golongan, yaitu: 
a. Biaya Langsung (direct cost), merupakan biaya yang terjadi dimana penyebab satu-satunya adalah karena ada sesuatu yang harus dibiayai. Dalam kaitannya dengan produk, biaya langsung terdiri dari biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung.
b. Biaya Tidak Langsung (indirect cost), biaya yang terjadi tidak hanya disebabkan oleh sesuatu yang dibiayai, dalam hubungannya dengan produk, biaya tidak langsung dikenal dengan biaya overhead pabrik.
4. Menurut Perilaku dalam Kaitannya dengan Perubahan Volume Kegiatan, biaya dibagi menjadi 4, yaitu
a. Biaya Tetap (fixed cost), biaya yang jumlahnya tetap konstan tidak dipengaruhi perubahan volume kegiatan atau aktivitas sampai tingkat kegiatan tertentu, contohnya; gaji direktur produksi.
b. Biaya Variabel (variable cost), biaya yang jumlah totalnya berubah secara sebanding dengan perubahan volume kegiatan atau aktivitas, contoh; biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung.
c. Biaya Semi Variabel, biaya yang jumlah totalnya berubah tidak sebanding dengan perubahan volume kegiatan. Biaya semi variabel mengandung unsur biaya tetap dan biaya variabel, contoh; biaya listrik yang digunakan.
d. Biaya Semi Fixed, biaya yang tetap untuk tingkat volume kegiatan tertentu dan berubah dengan jumlah yang konstan pada volume produksi tertentu.
5. Menurut Jangka Waktu Manfaatnya, biaya dibagi 2 bagian, yaitu:
a. Pengeluaran Modal (Capital Expenditure), yaitu pengeluaran yang akan memberikan manfaat/benefit pada periode akuntansi atau pengeluaran yang akan dapat memberikan manfaat pada periode akuntansi yang akan datang.
b. Pengeluaran Pendapatan (Revenue Expenditure), pengeluaran yang akan memberikan manfaat hanya pada periode akuntansi dimana pengeluaran itu terjadi.

Selengkapnya klik di sini

Macam-Macam Pendapatan (Revenue)
Jika dilihat dari jumlah barang dan jasa yang dihasilkan, Pendapatan Nasional dapat dikelompokkan menjadi :
- GDP (Gross Domestic Product)
Gross Domestic Product (GDP) atau Produk Domestik Bruto (PDB) aldah seluruh masyarakat yang tinggal di suatu negara, termasuk warga negara asing dalma periode tertentu biasanya satu tahun.
- GNP(Gross Nasional Product)
Gross Nasional Product (GNO) atau Produk Nasional Bruto (PNB) adalah seluruh nilai produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara suatu negara tertentu biasanya dalam satu tahun.
GNP = GDP - Produk nasional terhadap luar negeri.
- NNP (Net National Product)
Net National Product (NNP) atau Produk Nasional Bersih adalah seluruh nilai produksi barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat suatu negara dalam periode tertentu biasanya satu tahun, setelah dikurangi penyusutan dan barang pengganti modal.
NNP = GNP - (penyusutan + barang pengganti modal)
- NNI (Net National Income)
Net National Income (NNI) adalah jumlah seluruh penerimaan yang diterima masyarakat dalam periode waktu tertentu biasanya satu tahun, setelah dikurangi pajak tidak langsung (indirect tax).
NNI = NNP - Pajak tidak langsung
- PI (Personal Income)
Personal Income (PI) atau pendapatan perseorangan adalah jumlah seluruh penerimaan yang diterima masyarakat yang benar-benar sampai ke tangan masyarakat.
PI = (NNI + TP) - (IJS + IA + LD +PP)
TP = Transfer Payment
IJS = Iurang Jaminan Sosial
IA = Iurang Asuransi
LD = Laba ditahan
PP = Pajak Perseorangan
- DI (Disposable Income)
Disposable Income (DI) atau pendapatan bebas adalah pendapatan yang diterima masyarakat yang sudah siap dibelanjakan penerimanya, setelah dikurangi pajak langsung (Direct Tax)
DI = PI - Pajak Langsung 
Selengkapnya klik di sini

Memaksimumkan Laba (Pendapatan Maksimum)

Terdapat tiga pendekatan perhitungan laba maksimum yaitu :
- Pendekatan Totalitas (totality approach)
Pendekatan totalitas membandingkan pendapatan total (TR) dan biaya total (TC). Jika harga jual per unit output (P) dan jumlah unit output yang terjual (Q), maka TR = P.Q. Biaya total adalah jumlah biaya tetap (FC) ditambah biaya variable per unit(v) dikali biaya variable per unit, sehingga: 
Ï€ = P.Q – (FC + v.Q)

- Pendekatan Rata-rata (average approach)
Dalam pendekatan ini perhitungan laba per unit dilakukan dengan membandingkan antara biaya produksi rata-rata (AC) dengan harga jual output (P) kemudian laba total dihitung dari laba per unit dikali dengan jumlah output yang terjual.
Ï€ = (P - AC).Q

- Pendekatan Marginal (marginal approach)
Perhitungan laba dilakukan dengan membandingkan biaya marginal (MC) dan pendapatan marginal (MR). Laba maksimum akan tercapai pada saat MR = MC.
Ï€ = TR – TC

Selengkapnya klik di sini

IV. Struktur Pasar
- Pasar Persaingan Sempurna
Dalam pasar persaingan sempurna jumlah perusahaan sangat banyak dan kemampuan setiap perusahaan dianggap sedemikian kecilnya, sehinga tidak mampu mempengaruhi pasar. Beberapa karakteristik agar sebuah pasar dapat dikatakan pasar persaingan sempurna yaitu:
o Semua perusahaan memproduksi barang yang homogeny (homogenitas product)
o Produsen dan konsumen memiliki pengetahuan atau informasi sempurna (perfect knowledge)
o Output sebuah perusahaan relative kecil disbanding output pasar (small relatively output)
o Perusahaan menerima harga yang ditentukan pasar (price taken)
o Semua perusahaan bebas masuk dan keluat pasar (free entry and exit)

Selengkapnya klik di sini

- Pasar Monopolistic
Struktur pasar monopolistic hamper sama dengan pasar persaingan sempurna. Di dalam industry terdapat banyak perusahaan yang bebas keluar masuk, namun produk yang dihasilkan tidak homogeny melainkan terdiferensiasi (differentiated product), namun perbedaan barang antar satu produk dengan produk yang lain tidak terlalu besar. Diferensiasi ini mendorong perusahaan untuk melakukan persaingan nonharga. Walaupun demikian output yang dihasilkan sangat mungkin saling menjadi subtitusi. Perusahaan memiliki kemampuan monopoli yang relative terbatas. Karakteristik pasar persaingan monopolistic :
o Produk yang terdiferensiasi (differentiated product)
o Jumlah perusahaan banyak dalam industry (large number of firms)
o Bebas masuk dan keluar pasar (free entry and exit)

Selengkapnya klik di sini

- Pasar Oligopoly
Pasar oligopoly adalah pasar yang terdiri dari hanya sedikit perusahaan(produsen), setiap perusahaan memiliki kekuatan cukup besar untuk mempengaruhi harga pasar. Perilaku setiap perusahaan akan mempengaruhi perilaku perusahaan lainnya dalm industry. Kondisi pasar oligopoly mendekati kondisi pasar monopoli. Karakteristik pasar oligopoly:
o Hanya sedikit perusahaan dalam industry (few number of firms)
o Produknya homogeny atau terdiferensiasi (homogeny or differentiated product)
o Pengambilan keputusan yang saling mempengaruhi (interdependence decisions)
o Kompetensi nonharga (non pricing competition).

Selengkapnya klik di sini

- Pasar Monopoli
Suatu industry dikatakan berstruktur monopoli bila hanya ada satu produsen atau penjual (single firm) tanpa pesaing langsung atau tidak langsung, baik nyata maupun potensial. Output yang dihasilkan tidak mempunyai subtitusi (closed substitution) sehingga pengusaha pasar monopoli tidak perlu takut pembeli tidak membeli barangnya karena ia satu-satunya penjual.

Selengkapnya klik di sini

V. Uang
Pengertian uang
Uang merupakan alat tukar dan alat pembayaran yang sah. pada masa-masa sebelumnya, pembayaran dilakukan dengan cara barter, yaitu barang ditukar dengan barang secara langsung. Dari sudut ekonom, uang merupakan stok asset-aset yang digunakan untuk bertransaksi. Uang adalah sesuatu yang diterima dan dipercaya di masyarakat sebagai alat pembayaran atau transaksi.
Jenis-Jenis Uang
• Uang Kartal
Uang kartal terdiri dari uang kertas dan uang logam. Uang kartal adalah alat bayar yang sah dan wajib diterima oleh masyarakat dalam melakukan transaksi jual beli sehari-hari. Lembaga yang bertugas dan mengawasi peredaran uang rupiah adalah Bank Indonesia, sedangkan perusahaan yang mencetak uang rupiah adalah Perum Peruri (Percetakan Uang Republik Indonesia).
Uang Kartal berdasarkan yang menngeluarkannya:
o Uang negara adalah uang yang dikeluarkan oleh pemerintah, terbuat dari kertas yang memiliki ciri-ciri :
 Dikeluarkan oleh pemerintah
 Dijamin oleh undang undang
 Bertuliskan nama negara yang mengeluarkannya
 Ditanda tangani oleh mentri keuangan
Namun, sejak berlakunya Undang-undang No. 13/1968, uang negara dihentikan peredarannya dan diganti dengan Uang Bank.
o Uang Bank adalah uang yang dikeluarkan oleh Bank Sentral berupa uang logam dan uang kertas, Ciri-cirinya sebagai berikut.
 Dikeluarkan oleh Bank Sentral
 Dijamin dengan emas atau valuta asing yang disimpan di bank sentral
 Bertuliskan nama bank sentral negara yang bersangkutan (di Indonesia : Bank Indonesia)
 Ditandatangani oleh gubernur bank sentral.
• Uang Giral
Uang giral tercipta akibat semakin mendesaknya kebutuhan masyarakat akan adanya sebuah alat tukar yang lebih mudah, praktis dan aman. Di Indonesia, bank yang berhak menciptakan uang giral adalah bank umum selain Bank Indonesia. Menurut UU No. 7 tentang Perbankan tahun 1992, definisi uang giral adalah tagihan yang ada di bank umum, yang dapat digunakan sewaktu-waktu sebagai alat pembayaran. Bentuk uang giral dapat berupa cek, giro, atau telegrafic transfer. Uang giral adalah surat berharga yang dapat diuangkan di bank atau dikantor pos. Contoh uang giral, cek, giro pos, wesel dan surat berharga. Uang giral biasanya digunakan untuk transaksi dengan nilai uang yang sangat besar. Kegunaan uang ialah Uang dapat digunakan sebagai alat pembayaran, alat penukar, alat penentu harga, dan dapat pula di tabung.

• Uang Kuasi
Uang kuasi adalah surat-surat berharga yang dapat dijadikan sebagai alat pembayaran. Biasanya uang kuasi ini terdiri atas deposito berjangka dan tabungan serta rekening valuta asing milik swasta domestik.

Selengkapnya klik di sini

Jumlah Uang Beredar
Yang dimaksud dengan jumlah uang beredar adalah nilai keseluruhan uang yang berada di tangan masyarakat. Jumlah uang beredar dalam arti sempit (narrow money) adalah jumlah uang beredar yang terdiri atas uang kartal dan uang giral.
M1 = C + D
Dimana :
M1 = jumlah uang yang beredar dalam arti sempit
C = Uang kartal (=uang kertas+uang logam)
D = uang girsl atau cek
Uang beredar dalam arti luas ( ) adalah ditambah deposito berjangka (time deposit),
M2 = M1 + TD
Dimana:
M2 = jumlah uang beredar dalam arti luas
TD = deposito berjangka (time deposit)

Selengkapnya klik di sini
Download file.doc di sini

Sumber :
Rahardja, Manurung. Pengantar Ilmu Ekonomi(Microekonomi dan macroekonomi) edisi revisi. Jakarta:FEUI
Djojodipuro, Marsudi. 1994. Pengantar Ekonomi untuk Perencanaan. Jakarta: UI-Press.
Henry Simamora.2002. Akuntansi Manajemen. Jakarta: Salemba Empat.
Mulyadi. 2005. Akuntansi Biaya,edisi ke-6. Yogyakarta: STIE YKPN.
Supriyono. 2000. Akuntansi Biaya, Buku 1, edisi dua. Yogyakarta: BPFE.
Agus Heri (Macromedia Flash Player)

http://rendy-ramon.blogspot.com/2010/03/hukum-permintaan-dan-penawaran.html
http://ekonomi-ucy.blogspot.com/2009/12/permintaan-dan-penawaran.html
http://www.dokterbudi.com/?s=teori+penawaran
http://poppy-ekonomi.blogspot.com/2008/11/harga-keseimbangan_04.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Harga_keseimbangan
http://syadiashare.com/pengertian-uang-dan-jenis-jenis-uang.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Jenis-jenis_uang

Definisi Teori Organisasi Umum

Sebelum kita tahu apa itu Teori Organisasi Umum, kita harus tahu apa itu organisasi. Dalam kehidupan sehari-hari kita pasti mengenal istilah organisasi. Definisi teori adalah Suatu kerangka yang merupakan alat pikir untuk membantu suatu rumusan tertentu yang bisa dikembangkan. Lalu definisi organisasi adalah sekumpulan individu yang bekerja sama yang mempunyai tujuan yang sama untuk mencapai kesepakatan yang terbaik. Sedangkan pengertian umum yaitu suatu pedoman yang diberikan orang terbuka atau sekitarnya yang mampu memberi sproses pekerjaan. Jadi, Teori Organisasi Umum adalah suatu pikiran yang merupakan sekelompok orang yang membagi tugas dengan cara struktur untuk mendapatkan pedoman yang ingin dicapai bersama-sama. Ada beberapa penjelasan mengenai Teori Organisasi menurut para ahli, yaitu: 1. Organisasi menurut James D. Mooney : Organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama. 2. Organisasi menurut Stoner : Organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan manajer mengejar tujuan bersama. 3. organisasi menurut Kast & Rosenzweig, mendefinisikan organisasi kedalam beberapa point yaitu : a) Suatu subsistem dari lingkungan yang lebih luas b) Terdiri dari orang-orang yang berorientasi kepada tujuan c) Suatu subsistem teknik yaitu orang2 yang menggunakan pengetahuan, teknik, peralatan dan fasilitas d) Suatu subsistem struktural yaitu orang-orang yang bekerja bersama dalam berbagai kegiatan yang terpadu e) Suatu sistem psikososial yaitu orang-orang yang terlibat dalam hubungan sosial f) Suatu subsistem manajerial yang merencanakan dan mengendalikan semua usaha 4. Organisasi Menurut Chester I. Bernard : Organisasi merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih. Organisasi adalah suatu wadah atau pun tempat dimana orang-orang dapat bersama-sama untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan. 5. organisasi menurut Cyrill Soffer : Organisasi adalah perserikatan orang-orang yang masing diberi peranan tertentu dalam suatu sistem kerja dan pembagian kerja dalam mana pekerjaan itu diperinci menjadi tugas-tugas dibagikan diantara pemegang peranan dan kemudian digabung dalam beberapa bentuk hasil. 6. Organisasi Menurut JOHN M.GOUS : Organisasi adalah tata hubungan antar orang-orang untuk untuk dapat memungkinkan tercapainya tujuan bersama dengan adanya pembagian tugas & dan bertanggung jawab atas tugasnya. 7. Organisasi menurut Stephen P. Robbins : Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan. Unsur-unsur dari Organisasi : a) Manusia b) Kerjasama c) Tujuan Bersama d) Peralatan (equipment) e) Lingkungan (environment) f) Kekayaan Alam g) Kontruksi mental organisasi /kerangka Ciri-ciri Organisasi : : 1. Terdiri dari sekumpulan orang dengan berbagai pola interaksi yang di tetapkan 2. Dikembangkan untuk mencapai tujuan tertentu 3. Secara sadar dikoordinasikan dan dengan segala yang disusun 4. Instrument sosial yang mempunyai batasan yang secara relatif dapat di identifikasikan Macam-macam Organisasi : A. Organisasi Klasik(tradisional) Organisasi klasik sangat sentralistik dan tugas-tugas terspesialisasi, rantai perintah dan penggunaan disiplin, aturan dan supervisi sangat ketat, dan mekanistik. Ada 3 teori klasik yaitu BIROKRASI, ADMINISTRASI, MANJEMEN ILMIAH. Dasar-dasar organisasi klasik yaitu kekuasaan, saling melayani, displin, doktrin (tujuan organisasi). Ada empat dari teori klasik : 1) Pembagian kerja, adalah bagaimana organisasi membagi sejumlah pekerjaan terhadap tenaga kerja yang ada dalam organisasi. 2) Hierarki proses fungsional, adalah setiap organisasi terdapat adanya tingkatan karyawan menurut fungsinya atau pekerjaan yang khusus dalam organisasi. 3) Struktur, adalah jalinan hubungan dan peranan dalam organisasi. (Lini dan Staf) 4) Pengawasan yang ketat, pada organisasi yang tinggi strukturnya menghendaki banyak saluran komunikasi dalam melakukan pengawasan. Sedangkan pada organisasi yang strukturnya mendatar tidak banyak diperlukan saluran komunikasi. B. Organisasi Neoklasik Teori neoklasik adalah menekankan pentingnya aspek psikologis dan sosial karyawan sebagai individu maupun sebagai bagian kelompok kerjanya. Pendekatan neoklasik mencakup uraian sistematis organisasi informal dan pengaruhnya pada organisasi formal. Pengikut teori neoklasik adalah mereka yang membahas kelemahan model klasik pada prilaku organisasi tetapi tidak menentang seluruh teori klasik. Pembagian kerja neoklasik yaitu melibatkan setiap orang dalam mengambil keputusan, perluasan kerja, manajemen bottom-up. C. Organisasi Modern Teori Organisasi Modern yaitu memandang semua unsur organisasi sebagai satu kesatuan, dan mempunyai sistem terbuka yaitu menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan lingkungan. Teori modern menyebutkan bahwa kerja suatu organisasi sangat kompleks, dinamis, multilevel, multidimensional, multivariable, probabilistik. Organisasi modern ini mempunyai sistem terbuka (berdasarkan analisa konseptual, dan didasarkan data empiris serta bersifat sintesa dan integratife) yaitu menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan lingkungan. Organisasi modern ini memaduakn antara organisasi klasik dan neoklasik dengan konsep yang lebih maju. Macam-macam Organisasi dari segi tujuan : 1. Organisasi Niaga : a) (PT) perseroan terbatas b) (CV) perseroan komanditer c) (FA) firma d) Koperasi e) Join ventura f) Holding company 2. Organisasi Sosial : a) Jalur keagamaan : MUI b) Jalur profesi c) Jalur kepemudaan d) Jalur kemahasiswaan : BEM e) Jalur kepartaian & kekayaan 3. Organisasi Regional : Organisasi yang luas wilayahnya meliputi beberapa Negara tertentu saja(ex : ASEAN) 4. Organisasi Internasional : Organisasi yang anggota-anggotanya meliputi Negara di dunia (ex: PBB) Sumber : http://blogs-indry.blogspot.com/2012/10/definisi-teori-organisasi-umum_2895.html